Dia mengungkap, hingga kini, 19 lokasi bencana masih terisolir di antaranya, Desa Simarpinggan, Pargaringan, Sialogo, Panjalihotan Baru, Danau Pandan, Muara Sibuntuon, Sibiobio.
Kemudian, Desa Bonandolok, Mardame, Naga Timbul, Rampah, Simaninggir, Desa Nauli, Bair, Aloban Bair, Mela Dolok, Tapian Nauli Saurmanggita, Sait Kalangan II, Hutanabolon, dan Sipange.
“Tentunya, kondisi ini membuat proses pencarian dan evakuasi korban banjir bandang dan longsor belum optimal,” kata Masinton saat memimpin Rakor Penanggulangan Bencana di Ruang Cendrawasih Pandan, Minggu malam (7/12/2025).
Rapat dihadiri Wabup, Mahmud Efendi, Dandim 0211/TT, Letkol Bayu Wicaksono, Kapolres Tapteng, AKBB Wahyu Endrajaya, pimpinan OPD, Sales Retail Area Sibolga, dan Basarnas Nias.
Di kesempatan itu, Masinton juga memaparkan update data terkini penanggulangan bencana Tapteng.
Jumlah korban meninggal dunia 110 jiwa, dalam pencarian sebanyak 94 orang, dan pengungsi 18.331 orang.
Sementara itu, proses suplai kebutuhan masyarakat seperti BBM lancar. Suplai gas elpiji masih terbatas akibat insfrastruktur rusak parah.
Begitu pun suplai air bersih yang masih sangat terbatas, meski pemerintah pusat telah memfasilitasi tandon air.
Sarana jaringan komunikasi terus membaik dan listrik berangsur normal, kecuali jaringan yang tertimpa longsor.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, Pemkab telah menyiapkan langkah strategis dengan membuka posko di Sukabangun, Badiri, Pandan, dan Sorkam.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, (Purn) Mayjen TNI Fajar Setiawan mendukung penuh perpanjangan status masa tanggap darurat Tapteng.
“Langkah ini sudah tepat. Apabila memang diperlukan bisa diperpanjang lagi,” kata Fajar.
Penulis : Aris Barasa
