30 KPM Kebagian BLT, Kades Madani Jainal M Silaban: Prioritaskan untuk Kebutuhan Pokok Rumah Tangga!

SORKAM BARAT – Pemerintah Desa (Pemdes) Madani, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Acaranya di kantor desa, Selasa (17/6/2025).

“Penyaluran BLT Dana Desa ini untuk dua triwulan, yaitu dari Januari hingga Juni 2025. Setiap KPM menerima bantuan tunai senilai total Rp 1.800.000 atau Rp 300.000 per bulan,” kata Kades Madani, Jainal M Silaban.

Jainal M Silaban didampingi Ketua BPD, Ismael Silaban; dan Ketua LPM, Sahat Nainggolan; mengatakan, BLT Dana Desa 2025 diberikan kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pihaknya berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima untuk memenuhi kebutuhan pokok dan prioritas rumah tangga.

“Bantuan ini hendaknya digunakan secara bijak, dan membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat. Ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah desa kepada warganya,” kata.

BLT Dana Desa ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga desa dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

Jainal M Silaban menjelaskan, para penerima BLT tersebut telah melalui proses verifikasi ketat serta mengacu pada indikator yang ditetapkan.

“Indikator tersebut meliputi, kondisi miskin ekstrem, rentan terhadap penyakit kronis, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas,” kata Jainal M Silaban.

Indikator lainnya, yaitu tidak menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dikatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat desa, khususnya bagi warga yang tidak mampu dan belum tersentuh bantuan sosial.

“Hal ini berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 2 Tahun 2024, bahwa BLT Dana Desa tetap difokuskan untuk menangani kemiskinan ekstrem,” katanya.

Jainal M Silaban menambahkan, total pencairan Dana Desa 2025 untuk tahap pertama ini sebanyak Rp 186 juta lebih, sisanya akan dicairkan pada tahap kedua.

Penggunaan anggaran tersebut di antaranya untuk BLT sebesar Rp 54 juta, pemberian makanan tambahan (PMT) Balita Rp 24 juta lebih.

Kemudian PMT ibu hamil Rp 3,4 juta, pelayanan kesehatan kelas lansia Rp 19 juta lebih, honor kader lansia Rp 7,2 juta.

Ada juga honor kader posyandu Rp 8,4 juta, pengadaan alat gotong royong Rp 9 juta lebih, pembangunan simbol desa Rp 15 juta serta bantuan pendidikan siswa berprestasi Rp 21,3 juta.

Penulis: juniwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *