Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Anak Muda dan Kopdes Terlibat Program Ketahanan Pangan

PANDAN – Bupati Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Masinton Pasaribu meminta anak muda dan koperasi desa (Kopdes) dilibatkan secara langsung dalam program ketahanan pangan (Ketapang) di setiap desa.

“Ketahanan pangan ini sangat penting untuk pemenuhan standar pangan dan gizi masyarakat, serta melestarikan lingkungan yang berkesinambungan,” kata Masinton Pasaribu di acara sosialisasi Ketahanan Pangan Tapteng 2025, di GOR Pandan, Rabu (25/6/2025).

Acara yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan berkolaborasi dengan Dinas PMD ini dihadiri seluruh kepala desa dan camat se Kabupaten Tapanuli Tengah.

Masinton Pasaribu menjelaskan, untuk program ketahanan pangan ini, Pemkab Tapteng telah menjajaki kerja sama dengan petani pisang dari Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.

“Mereka (teman-teman) dari Kisaran telah berhasil mengembangkan budidaya tanaman pisang. Nah, nanti coba kita terapkan di desa-desa kita untuk bertanam pisang,” kata Masinton Pasaribu.

Karena masa tanam pisang ini 4 sampai 5 tahun. Maka kalau bisa nanti dikerjasamakan selama 5 tahun.
Terkait pengelolaannya nanti harus melibatkan komunitas anak-anak muda.

“Agar ada regenerasi petani. Ya, petani milenial itu kan anak muda, diajaklah mereka beraktivitas untuk ketahanan pangan kita. Begitu pun koperasi desa, harus ikut dalam kegiatan ini,” kata Masinton Pasaribu.

Soal ketersediaan lahan, nanti bisa dilakukan diversifikasi pangan. Selain pisang, bisa juga jagung dan komoditas lainnya. Meski sampai saat ini, baru sebagian desa yang menyediakan lahannya.

“Diversifikasi pangan ini merupakan upaya mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan dengan memanfaatkan kekayaan pangan lokal,” katanya.

Terkait alokasi dananya, itu menggunakan program ketahanan pangan. Jadi kepala desa enggak perlu lagi sibuk cari anggaran.

“Karena sudah diatur dalam Permendagri dan Permendes. Jadi alokasi anggarannya itu beberapa persen dari dana desa,” kata Masinton Pasaribu.

penulis: juniwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *