BI Sibolga Tanam Perdana Padi Unggul Gamagora 7, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu: Bantu Petani Gak Boleh Nanggung!

SORKAM-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga mengambil langkah strategis mengembangkan demplot padi varietas unggul Gamagora 7 di Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

“Ini merupakan alternatif pertanian berkelanjutan. Selain hemat biaya, hasil panen bisa digunakan kembali sebagai benih unggul,” kata Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera pada kick off penanaman perdana, Rabu (15/10/2025).

Riza Putera menjelaskan, padi ini berumur pendek, diharapkan indeks pertanaman (IP)-nya bisa lebih tinggi. Kalau sekarang, setahun cuma 2 kali panen, mungkin ke depan bisa tanam 4 kali setahun.

Tetapi harus dilihat dulu hasilnya. Jika memuaskan, maka varietas Gamagora 7 layak ditanam secara massal di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Riza Putera mengungkap, pemilihan varietas ini setelah pihaknya melakukan studi banding ke Mataram, Nusa Tenggara Barat tahun lalu.

“Bibit padi varietas Gamagora 7 sudah ditanam di Kabupaten Toba, dan tiga bulan lalu sudah panen perdana,” katanya.

Setelah dievaluasi, hasilnya belum maksimal, masih 6,5 ton per hektar. Ternyata di Toba itu pengairannya cukup bagus, irigasinya ada dan airnya tidak bisa dialihkan.

“Kita pun minta teman-teman untuk mencari lokasi yang pas untuk padi Gamagora 7 ini, dan salah satunya ketemu di Kecamatan Sorkam Barat ini,” kata Riza.

Di kawasan ini, irigasi jadi kendala. Tentunya, bibit ini cocok di tanam di sawah tadah hujan, diharapkan hasilnya nanti dapat maksimal hingga mencapai 10 ton per hektar.

“Kalau kita lihat perkembangan harga komoditas, harga beras sekarang cukup bagus. Setelah Bulog membeli beras petani di Rp 6.600 per kg, tentunya harga ini cukup bagus di level petani,” katanya.

Riza Putera mengatakan, produktivitas pertanian padi di Tapteng masih perlu didorong dan ditingkatkan karena lahannya masih cukup luas.

“Kalau ini berhasil, akan direkomendasikan untuk disemarakkan di 16 kabupaten/kota di wilayah kerja BI Sibolga,” katanya.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengapresiasi BI Sibolga yang sudah menginisiasi dan membantu petani di Kecamatan Sorkam Barat.

Bibit ini akan dikembangkan, kalau bisa menghasilkan sampai 10 ton per hektar, tentu sangat bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Besok kita minta ke BI Sibolga untuk memperbanyak lagi bibitnya, begitu pun dengan kami di pemerintahan juga akan mengadakan bibit juga, jadi kolaborasi kita,” kata Masinton.

Dia mengatakan, masa depan ekonomi rakyat Tapteng akan bertumpu di sektor pertanian. Semua program diarahkan pada pengembangan pertanian, sedangkan di pesisir untuk perikanan.

“Jadi kita fokus di situ, gak ada lagi namanya pembangunan ecek-ecek, saya mau fokus di pertanian. Agar punya manfaat besar bagi rakyat,” kata Masinton.

Sistem pertanian itu harus dikelola secara terintegrasi dari hulu ke ilir. Mulai penanaman hingga penjualan hasil panennya. Para camat, silakan berkoordinasi dengan Dinas PU dan Dinas Pertanian.

“Membantu masyarakat itu gak boleh nanggung, setengah-setengah, gak boleh ecek-ecek juga. Mohon maaf, kita lihat di Tapteng ini semuanya asal bikin aja. Tapi gak ada yang jadi, gak ada yang bermanfaat. Saya gak mau lagi model pembangunan yang begitu,” tegas Masinton.

Masinton bahkan menargetkan pencetakan 100 hektar sawah per kecamatan di Tapteng. Seluruh area yang menganggur akan diaktifkan dan dioptimalkan.

“Seluruh camat harus proakrif. Program ini harus jadi, gak boleh sekadar seremoni, terus foto-foto, ah zaman dulu mah yang begitu tuh,” katanya.

Penulis: juniwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *