TAPTENG-Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, Masinton Pasaribu mengungkap, sejak reformasi tidak ada pembangunan di daerah kabupaten yang saat ini dia pimpin.
Yang ada itu cuma bangunan, ada terminal mangkrak, ada pasar mangkrak, ada pelabuhan perikanan mangkrak, ada asrama haji mangkrak.
Ada juga balai latihan kerja (BLK) mangkrak, dan semua itu menggunakan uang rakyat, bahkan terakhir kantor bupati pun gedungnya mangkrak.
“Itulah perencanaan selama ini di Tapteng. Asal dibangun, tapi tidak bisa difungsikan, duit rakyat habis triliunan rupiah,” kata Masinton Pasaribu.
Masinton Pasaribu menyatakan itu saat mendampingi Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon yang juga anggota DPR RI, Senin (13/10/2025) kemarin, di acara berbagi benih jagung ke petani Tapteng.
Selain itu, Tapanuli Tengah juga tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Sumatra Utara.
“Maka, tugas kami adalah menatanya secara perlahan tapi pasti, supaya ke depan ada pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat,” kata Masinton.
Sudah pun demikian, APBD Tapteng harus terbebani lagi dengan pembayaran cicilan utang Rp 70 miliar yang diwariskan pemimpin sebelumnya.
“Jadi setiap tahun dana Rp 10,2 miliar terpaksa dihabiskan untuk membayar atau mencicil utang itu,” kata Masinton.
Anggota DPR RI dari Dapil Sumut 2, Rapidin Simbolon mengatakan, rakyat Tapteng harus bersyukur memiliki Masinton Pasaribu sebagai bupati.
“Saya pastikan, karakternya bersih dan tidak akan berani melakukan penyelewengan APBD,” kata Rapidin.
“Pak Masinton sekarang harus meletakkan dulu dasar-dasarnya apa. Jadi semua yang mangkrak di sana-sini, itulah PR yang harus diselesaikan,” timpalnya.
Sembari tidak melupakan program-program baru untuk mewujudkan Tapteng Naik Kelas, Adil untuk Semua.
Rapidin juga mengungkap, tahun depan anggaran di pemerintah kabupaten itu dipotong hampir 25%. Untuk Tapteng kemungkinan dipotong hampir mencapai Rp 150 miliar.
“Tentunya ini sangat berpengaruh besar, belum lagi harus membayar cicilan utang yang diwariskan pemimpin sebelumnya sebesar Rp 70 miliar,” katanya.
Rapidin mengajak rakyat Tapteng untuk mendoakan Masinton Pasaribu agar diberikan kecerdasan dan kebijaksanaan mengelola daerah yang dipimpinnya.
Penulis: juniwan
